0+ apa tujuan gajah mada ucapan sumpah palapa

Demikian sumpah lantang sang patih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, menurut buku Pararaton. Ikrar terucap sebab kuatnya kemauan Gajah Mada untuk menahan pengaruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara di Kepulauan Nusantara.

Nusantara mestinya sedang di bawah kuasa kerajaan yang terdapat di dalamnya, bukan dikuasai kerajaan beda yang terdapat di daratan Asia Tenggara. Kukuhnya perkataan ini dalam sejarah Nusantara menciptakan kata “palapa” diabadikan menjadi nama satelit komunikasi kepunyaan Indonesia.

Tetapi, di balik kekuatan kata tersebut, terselip tidak sedikit tafsir yang jajaki menerka apa makna sebenarnya. Dosen arkeologi FIB UI, Agus Aris Munandar, dalam Gajah Mada Biografi Politik, menyinggung bahwa ada beberapa kalangan yang menafsirkan amukti palapa dengan “memakan buah kepala” atau “memakan buah palapa”.

“Namun, andai buah kepala memang jelas maksudnya, terdapat buah yang disebut kelapa. Namun, ‘buah palapa’ sampai kini belum terdapat yang memahami bentuk, lagipula rasanya,” tulis Agus.

M Yamin menafsirkannya dengan makna bertolak belakang lagi. Menurutnya, palapa berarti Gajah Mada bakal pantang berfoya-foya sebelum janjinya terucap. Sementara Slamet Muljana, profesor yang ternama dengan Tafsir Sejarah Nagarakretagama, yang sering jadi referensi tentang perjalanan Majapahit, menyinggung bahwa amukti palapa dengan kata lain bebas tugas atau cuti.

Tafsiran beda datang dari pakar bahasa Jawa Kuno, P J Zoetmulder, yang jajaki mengupasnya dari asal makna amukti dan palapa. Menurutnya, amukti palapa ditafsirkan “(mendapat) kesukaan yang tiada berakhir”.

“Gajah Mada bakal mendapat kesukaan yang tiada taranya andai saja semua wilayah Nusantara yang dilafalkan dalam sumpahnya tersebut dapat mengakui dominasi Majapahit,” papar Zoetmulder.

Mana yang benar? Multitafsir, belum terdapat kesepakatan bakal hal ini. Gajah Mada sendiri mangkat dengan meninggalkan nama harum di Nusantara. Menurut buku Pararaton, ia wafat pada tahun Saka 1290, namun pada Nagarakretagama dituliskan Gajah Mada mangkat pada tahun Saka 1286.

Kepergiannya menciptakan parbu Hayam Wuruk larut dalam duka. Ia berjuang mencari pengganti sampai dipanggillah semua anggota dewan pertimbangan agung. Tetapi, sampai akhir pertemuan besar itu, tidak pun Hayam Wuruk sukses menempatkan pengganti posisi dengan keagungan besar macam Gajah Mada.

Disebutkan dalam “Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit” karya Slamet Muljana, rapat tersebut memutuskan bahwa Gajah Mada tidak bakal diganti. (Zika Zakiya/National Geographic Indonesia)

0+ apa tujuan gajah mada ucapan sumpah palapa – apa tujuan gajah mada mengucapkan sumpah palapa
| Delightful to my own website, with this time period I’m going to provide you with with regards to keyword. And from now on, here is the very first photograph:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mersin escort - boşanma avukatı