15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih

Spanduk-spanduk raksasa bergambar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dan figur GNPF-MUI perlahan mulai berkurang di sudut-sudut jalan Jakarta. Pada mula kemunculannya di tahun 2016, spanduk tersebut memuat pesan agitatif, yakni anjuran kepada segenap umat Islam, antara lain guna memenjarakan penista agama. Belakangan ketika permasalahan telah bergulir, kesuksesan mengorganisasi massa lantas dijadikan peluang untuk menyokong gerakan bela Islam dan bela ulama, sampai menolak  kriminalisasi ulama.

Contoh Surat Ucapan Terima Kasih Atas Bantuan Dana Pembangunan Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Contoh Surat Ucapan Terima Kasih Atas Bantuan Dana Pembangunan Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Dalam perkembangannya, spanduk serupa tersebut bahkan tidak melulu menyesaki Jakarta sebagai sumber asal isu gerakan, tetapi spektrumnya sampai pun di jalanan protokol kota besar semua Jawa. Setidaknya, saya menyaksikan sendiri gejala semacam ini di Semarang, Yogyakarta, Klaten, dan Solo. Spanduk dan baliho memuat wajah ikonik, wajah Rizieq Shihab adalah yang tidak jarang kali muncul. Serangkaian aksi dan propaganda lewat spanduk, selebaran sampai broadcast pesan instan itu, dinyatakan atau tidak diakui, ternyata punya sumbangan untuk tercabiknya jalinan kebangsaan.

Penulis: Kalis Mardiasih

Baca: Tanggapan Pers Internasional Tentang Pilkada Jakarta

Berawal dari Potongan Video Kampanye

Kutipan video yang berjudul “Penistaan Terhadap Agama?” yang diunggah oleh Buni Yani di laman facebook pada 6 Oktober 2016 mencatatkan suatu fenomena. Video tersebut menayangkan trafik mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke pulau Pramuka pada 27 September 2016, yang pidatonya kemudian menuai kontroversi sebab menerbitkan pernyataan yang dirasakan menistakan agama oleh sejumlah kelompok Islamis.

Tercatat, aksi bela Islam jilid kesatu pada 14 Oktober 2016, aksi bela Islam jilid kedua pada 4 November 2016 dan aksi bela Islam jilid ketiga pada 2 Desember 2016. Pada akhirnya, baik Ahok maupun Buni Yani sama-sama dinilai bersalah di hadapan hukum. Pada 9 Mei 2017, Ahok divonis dua tahun penjara dan langsung disangga di perumahan Cipinang. Sedangkan Buni Yani, divonis 1,5 tahun penjara pada 14 November 2017 atas tuduhan pelanggaran UU ITE sebab terbukti mencukur video pidato Ahok. Fakta yang sebenarnya sedikit konyol, karena bukankan seharusnya kebenaran maupun durjana itu mempunyai sifat tunggal saja? Jika dua-duanya sama-sama dihukum, siapa sebenarnya yang benar-benar bersalah pun berubah menjadi bias.

Adalah Yusuf al-Nabhani yang menegakkan Hizb Tahrir di Yerusalem tahun 1953 sebagai reaksi atas perang Arab-Israel 1948. Tiga tahun lantas tokoh Islam Palestina tersebut mendeklarasikan Hizb Tahrir sebagai partai politik di Yordania. Namun pemerintah Amman lantas melarang organisasi baru tersebut. Al Nabhani lantas mengungsikan diri ke Beirut.

Dalam bukunya Al Nabhani mengritik kekuatan sekular gagal mengayomi nasionalisme Palestina. Ia khususnya mengecam penguasa Arab yang berusaha demi kepentingan sendiri dan sebab tersebut mengimpikan kekhalifahan yang membulatkan semua umat Muslim di dunia dan menurut prinsip Islam, bukan materialisme.

Tidak heran andai Hizb Tahrir sejak mula bermasalah dengan Demokrasi. Pasalnya prinsip kedaulatan di tangan rakyat dinilai mewujudkan pemerintahan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan cocok hukum Allah. Berdasarkan keterangan dari pasal 22 konstitusi Khilafah yang dipublikasikan Hizb Tahrir, kedaulatan bukan kepunyaan rakyat, tetapi milik Syriah (Hukum Allah).

Hizb Tahrir Indonesia pernah mendesak TNI untuk mengerjakan kudeta. “Wahai tentara, wahai polisi, wahai jenderal-jenderal tentara Islam, ini telah waktunya membela Islam, ambil dominasi itu, dan serahkan untuk Hizbut Tahrir untuk menegakkan khilafah!” tegas Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib di hadapan simpatisan HTI pada 2014 silam.

Buat HT, asas kemerdekaan sipil laksana yang terdapat dalam prinsip Hak Azasi Manusia adalah produk “ideologi Kapitalisme” yang berangkat dari prinsip “setiap insan mewarisi sifat baik, walau pada dasarnya manusia melulu menjadi baik andai ia menaati perintah Allah.”

Kekhalifahan menurut keterangan dari HT berisi sebanyak prinsip demokrasi, antara beda asas praduga tak bersalah, larangan penganiayaan dan anti diskriminasi. Namun masyarakat diharamkan memberontak sebab “Syariah Islam mengharuskan ketaatan pada pemegang otoritas atas umat Muslim, betapapun ketidakadilan atau pelanggaran terhadap hak sipil yang ia lakukan,” menurut keterangan dari The Ummah’s Charter.

Pluralisme dalam kacamata Hizb Tahrir paling berbahaya, lantaran “merusak Aqidah islam,” kata bekas Jurubicara HTI Muhammad Ismail Yusanto, 2010 silam. Perempuan pun dilarang menduduki dominasi tertinggi laksana gubernur atau hakim, meski diperbolehkan berbisnis atau meniti karir. “Pemisahan jender ialah fundamental”, tulis HT dalam pasal 109 konstitusi Khilafah. (Ed: rzn/ap)

Menakar Napas Gerakan “Bela Islam”

Lepas dari kontroversi soal pro dan kontra, saya tertarik meneliti perangkat yang menjadi penguat aksi dan seberapa panjang napas gerakan massa “Bela Islam” ini.

Semua format kegiatan berekspresi dan mengaku aspirasi dibentengi oleh konstitusi, demikian pun dengan aksi “Bela Islam” yang familiar dengan kode tanggal itu. Aksi tersebut bahkan pernah dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi dan Kapolri Tito Karnavian. Tetapi, gerakan massa, apapun basis ideologinya, selalu membutuhkan momentum, contohnya mulai dari momentum eskalasi harga bahan pokok sampai kemerosotan ekonomi mutakhir laksana yang terjadi pada demonstrasi 1998. Variabel unik dari gerakan massa bela islam ialah kenyataan bahwa ia mengejar momentum dari suatu video pendek yang memuat isu keagamaan yang lumayan sensitif. Sejarah mencatat, aksi yang biasanya sukses mengerahkan massa besar ialah aksi yang peka terhadap agama, contohnya pernah terjadi pada aksi Undang-Undang Perkawinan pada 1973 dan aksi anti- SDSB pada 1993.

Setelah suatu isu sebagai pemicu, pengorganisasian aksi massa membutuhkan desas-desus, media massa, dan opinion leader. Pada aksi bela islam, tiga urusan ini terkontrol di media sosial melewati fanpage tokoh-tokoh FPI dan GNPF-MUI, akun-akun personal dengan follower signifikan, juga sejumlah komunitas anak muda kreatif yang punya pengaruh. Sebagaimana konsep viralitas suatu konten di dunia maya, semakin konten itu dibicarakan, baik oleh semua pendukung atau penentang, engagement akan kian tinggi sampai-sampai sebaran informasi semakin luas.

Ucapan Terima Kasih Kepada Pelanggan Bagikan Contoh Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Ucapan Terima Kasih Kepada Pelanggan Bagikan Contoh Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Sejak 2014 Rizieq Shihab menjadi pelarian terakhir bikin calon pejabat tinggi yang kelemahan suara bikin memenangkan pemilu. Saat tersebut Front Pembela Islam (FPI) didekati duet Prabowo dan Hatta melulu sebulan menjelang pemilihan umum kepresidenan. Kini juga Rizieq kembali dibujuk dua pasangan calon gubernur DKI yang perlu dukungan bikin menggusur Basuki Tjahaja Purnama.

Rekam jejak politik FPI sudah bermula sejak era Megawati. Dulu Rizieq menggalang kampanye anti pemimpin perempuan. Saat tersebut organisasi bentukannya mulai mendulang sokongan lewat aksi-aksi nekat laksana menggerudug tempat hiburan malam. Namun di tengah popularitasnya yang meluap, Rizieq dijebloskan ke penjara sebab menghina Sukarno dan Pancasila.

Sebulan menjelang pemilihan presiden kesatu 2009, FPI mendeklarasikan sokongan buat Jusuf Kalla dan Wiranto. Serupa 2014, saat tersebut pun pernyataan dukungan oleh Rizieq gagal menyebabkan jumlah suara yang diharapkan. Pengamat sepakat, ormas agama serupa FPI belum mempunyai daya pikat guna menyihir pemilih muslim.

Namun roda nasib berbalik arah bikin Rizieq. Sejak 2013, dia sudah menggalang kampanye membangkang Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama lantaran tidak beragama Islam. Puncaknya pada 14 Oktober 2014 FPI menggalang aksi demonstrasi sejuta umat. Namun yang datang hanya ribuan orang. Pilkada DKI Jakarta 2016 kesudahannya menawarkan panggung bikin FPI guna kembali menanamkan pengaruh.

Pidato Ahok yang mengritik politisasi Al-Quran guna pemilihan umum dan pilkada menjadi umpan bikin FPI. Bersama GNPF-MUI, Rizieq menyeret Ahok ke pengadilan dengan tuduhan penistaan agama. Ia pun melangsungkan aksi protes melawan Ahok yang kali ini mengundang ratusan ribu umat Muslim dari semua Indoensia. Manuver itu coba dimanfaatkan pasangan calon lain guna menggembosi sokongan terhadap Ahok

Rizieq lagi-lagi naik daun. Ia juga didekati Agus Yudhoyono dan Anies Baswedan yang memerlukan suara ekstra buat memenangkan pilkada. Bagi kesatukalinya FPI berkesempatan memenangkan di antara calon guna merebut kursi strategis. Tapi serupa 2003, kali ini juga sepak terjang Rizieq di arena politik menyebabkan lawan yang tak kalah garang.

Saat posisinya melambung, Rizieq Shihab dalam bahaya kembali diseret ke penjara dengan sekian banyak dakwaan, antara beda penghinaan simbol negara dan pornografi. Tapi sang Habib tidak bermukim diam dan memilih melancarkan serangan balik untuk Ahok, seakan nasibnya ditentukan pada hasil Pilkada DKI. Pertaruhan Rizieq menyimpan risiko tinggi. Namun andai berhasil, maka kuasa ialah imbalannya.

Pertanyaan berikutnya ialah apakah tujuan dari aksi massa bela Islam sesungguhnya? Jawaban pertanyaan itu menjawab kenapa ternyata hari ini terbukti tidak terdapat napas yang lumayan panjang guna gerakan ini secara definitif. Pemimpin gerakan, utamanya Rizieq Shihab mengelak dari tanggung jawab dengan pergi ke Arab Saudi, meninggalkan serangkaian dakwaan hukum yang belum sempat diperiksa. Di media sosial, semua simpatisan aksi yang menyinggung diri “alumni” sempat menggelarkan aksi peringatan satu tahun Gerakan 411, tetapi jamaah muncul tak dapat disebut banyak, press release media melulu menjelaskan kegiatan ceramah, tanpa terdapat poin-poin eksklusif yang urgen untuk dirundingkan bersangkutan Islam politik laksana yang tampaknya mereka cita-citakan di mula momentum.

Hal ini menegaskan, bahwa selain mengenai momentum dan desas-desus, suatu rentang aksi massa pun tergantung dari luasnya jalinan solidaritas sekian banyak golongan dan etnis yang berbagi nasib dalam suatu tragedi. Berangkat dari trigger isu pemotongan video pidato yang diadakan oleh tipikal komunitas yang ekslusif tentu bertolak belakang dengan isu-isu yang merangkum agama, sosial, sekaligus politik laksana kemiskinan, genosida, dan penindasan hak asasi komunitas tertentu yang lebih mempunyai sifat universal dan plural.

Pasca alami kekalahan dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat menerima ribuan karangan bunga yang dialamatkan ke Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Tadinya karangan-karangan bunga kiriman dari sekian banyak orang dan kumpulan masyarakat tersebut dipajang di halaman Balaikota. Namun sebab jumlahnya terus bertambah, kesudahannya meluber pun ke jalanan.

Rata-rata isi pesan dalam karanagn bunga tersebut berupa perkataan penyemangat untuk pesangan Ahok-Dajrot yang kalah alam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selain tersebut juga perkataan terima kasih atas evolusi yang penduduk alami di ibukota.

Bukan hanya dari individu, kumpulan masyarakat pun ikut mengirim bunga. partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dikenal gigih memperjuangkan Ahok-Djarot dalam Pilkada mengirim karangan bunga super besar. Kata-katanya: “Satu kekalahan, seribu bunga merekah.”

Pernah menyaksikan karangan bunga sejumlah ini yang ditujukan untuk seorang pemimpin? Pajangan karangan-karangan bunga di dekat Balaikota DKI Jakarta kesudahannya jadi ajang selfie maupun potret bersama.

Ahok menyatakan bingung hendak membalas karangan bunga dengan perkataan rasa terima kasih, namun bagaimana metodenya jika sejumlah itu? Lewat akun facebooknya, staf Ahok mendokumentasikan karangan-karangan bunga tersbeut.

Anggun, artis Indonesia yang tinggal di Perancis enggan ketinggalan mengungkapkan perasaannya. lewat twitter ia mencatat rasa terharunya menyaksikan bunga-bunga guna Ahok.

Tak jarang, pesan dalam plakat bunga ini pun bernada lucu. Misalnya laksana kiriman dari penduduk yang menyatakan galau sesudah ditinggal Ahok-Djarot nantinya. (Ed: aap/rzn)

Piagam Penghargaan Kader Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Piagam Penghargaan Kader Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Baca:

 Balada Hakim dan Martin

Lebih Baik “Diahokkan” Daripada “Dianieskan”

Gerakan Islam di Masa Lalu

Dalam wawancara dengan Ahmad Syafi’i Maarif yang dimuat Jurnal Prisma (1984) dengan judul Umat Islam, Seribu Tahun Berhenti Berpikir, Buya Maarif menyatakan bahwa Negara “Syariah” telah tidak ada semenjak meninggalnya khalifah Ali Bin Abi Thalib. Beberapa negara yang tidak jarang disebut Negara Islam, sebetulnya malah menjalankan sistem kerajaan, sistem dinasti. Umat Islam tidak boleh terpedaya sejarah karena yang diharapkan oleh Al Qur’an ialah terciptanya masyarakat yang egaliter dengan menjalankan mekanisme syuro (mutual consultation) yang dalam bahasa canggih setara dengan demokrasi.

Tetapi, Khomeini dalam Wilaya-i Faqih yang mengupas teori politik Islam, sama sekali tidak menyebut hal ini. Kehidupan kenegaraan dan keagamaan di Iran sempat paling elitis, dengan dominasi para mullah dalam kehidupan politik yang dapat dikatakan tirani berbaju Islam. Hari ini, Arab Saudi dan negara-negara teluk  seluruhnya malah tidak dapat memadamkan dendam berbasis pengunggulan kumpulan dan geopolitik, kemudian lebih memilih menyalakan perang yang pastinya jauh dari nilai-nilai Islami.

Indonesia, malah adalah negara muslim terbesar di dunia yang sangat sukses dengan demokrasi. Kekecewaan pada mula kemerdekaan karena dihapuskannya ucapan-ucapan “dengan keharusan menjalankan syariat-syariat Islam untuk para pemeluknya” dalam piagam Jakarta sukses diatasi, asalkan Pancasila benar-benar dijalankan dengan asas keadilan. Seperti kata Gus Dur, “Peace without justice is an illusion.”

Menyusul vonis penjara dua tahun bikin Basuki Tjahaja Purnama dalam permasalahan penodaan agama, ribuan penduduk berkumpul di sebanyak kota di Indonesia sembari mengobarkan lilin. Mereka antara beda berdemonstrasi di Tugu Proklamasi, Jakarta, dan Tugu Yogyakarta.

“Kita seluruh di sini barangkali sedih dan terpuruk, saya yakin Pak Ahok perlu support dan sokongan teman-teman semua,” kata koordinator Solidaritas Rakyat Jakarta guna Keadilan, Nong Darol, seperti dikutip Detik.

Aksi bakar seribu lilin juga dilaksanakan masyarakat Minahasa Utara. Selain tersebut ribuan lain mengerjakan aksi serupa di Manado. Sementara di Papua, seratusan warga diadukan berkerumun di Taman Imbi yang terletak di jantung Kota Jayapura guna memrotes hukuman penjara atas Ahok. “Ini aksi spontanitas penduduk yang cinta damai, anti radikalisme, dan kekerasan,” kata seorang warga untuk Liputan6.

Sastrawan senior, Goenawan Mohamad, yang mengekor aksi massa di Tugu Proklamasi, mencatat lewat Twitter, “ketika asa hilang, di hari tersebut juga asa dibangun kembali.” Selain figur lintas agama, Nana Riwayatie yang adalah kakak angkat Ahok turut hadir. Ia mengucapkan apresiasi atas sokongan masyarakat.

Kepada Detik, Charol Vernando, salah seorang simpatisan Ahok menuliskan Tugu Proklamasi dipilih “karena menyimbolkan proklamasi di Indonesia, menyimbolkan persatuan dan kesatuan Indonesia.”

Sebelumnya warga pun berkumpul di depan markas Brigade Mobil di Depok sesudah Ahok dialihkan dari Cipinang. Aksi serupa dilangsungkan di Balai Kota saat ribuan penduduk berkumpul sembari mendendangkan lagu nasional di bawah petunjuk Addie MS.

Aksi solidaritas guna Basuki Tjahaja Purnama pun akan dilangsungkan di sebanyak kota besar di luar negeri, antara beda di Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Jerman. Berdasarkan keterangan dari undangan yang disebarkan di Perth, Australia, aksi tersebut dilaksanakan untuk menyatakan sokongan kepada Pancasila dan kebhinekaan di Indonesia. (ed:rzn/ap)

Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah ialah dua organisasi Islam besar yang menjaga Pancasila. KH Achmad Siddiq, mantan penasehat PB Syuriah NU, pernah menuliskan bahwa dalam Munas NU Situbondo tahun 1983, sikap NU yang menerima Pancasila sebagai azas tunggal bukanlah sikap politis semata, namun malah sikap kultural guna menerima seluruh kalangan subkultur muslim Indonesia dalam wadah NU supaya tidak menjadi eksklusif.

AR Fachruddin, semenjak 1984 dalam tulisan Jauhkan Dakwah dari Politik pun menyatakan bahwa teknik hidup yang Islami tidak berlawanan dengan Pancasila. Berdasarkan keterangan dari AR Fachruddin, pimpinan nasional sudah berkali-kali mengaku bahwa Pancasila bukan agama, dan tidak bakal dijadikan agama. NU dan Muhammadiyah ialah dua panglima yang menyusun kehidupan berbangsa Islami secara kultural.

Baca:

Piagam Penghargaan Bpd Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Piagam Penghargaan Bpd Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Demonstrasi #505 Berakhir

Akhir Bahagia Politik Identitas

Pemerintahan Soeharto memang sempat menguji umat Islam dan demokrasisecara keseluruhan. Mulai dari Komando Jihad, permasalahan Tanjung Priok, penculikan aktivis 1998, DOM Aceh, permasalahan Papua dan Timor-Timur. Imbasnya, organisasi sebesar NU juga bukannya tidak tercerai berai, bahkan terdapat istilah NU Wahid Hasyim, NU Gus Dur dan lain-lain. Namun secara organisasi, visi kebangsaan dua organisasi ini tetap kokoh sampai kini.

Sedangkan secara struktural, semenjak lengsernya Soeharto pada 1998, umat Islam tersebar dalam sekian banyak partai, baik partai Islam maupun yang tidak membawa embel-embel Islami. Eksistensi mereka ini menandai keberadaan sekian banyak subkultur yang mengupayakan menegaskan diri dalam sekian banyak kegiatan politik dengan memenuhi peluang yang tiba-tiba tersingkap untuk mewujudkan masyarakat demokratis.

Contoh perjuangan gerakan laksana NU, Muhammadiyah pun sosok-sosok bersih dalam partai ialah cerminan perjuangan lebih dapat bernafas panjang saat mempunyai visi kokoh semenjak kelahirannya dan tidak mempunyai sifat sporadis.

Penulis: Kalis Mardiasih (ap/vlz)

Penulis opini lepas dan penerjemah. Bergiat sebagai penelitian dan kesebelasan media Jaringan nasional Gusdurian Indonesia.

Setiap artikel yang dimuat dalam #DWnesia menjadi tanggung jawab penulis.

3/4 penduduk Muslim kelahiran Jerman menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa ibunya. Di antara semua imigran, melulu 1/5 yang menyatakan bahasa Jerman sebagai bahasa kesatu. Semakin lama sebuah generasi di sebuah negara, maka semakin baik keterampilan bahasanya. Tren ini tampak di semua Eropa. Di Jerman, 46% Muslim menyatakan bahasa nasional mereka ialah bahasa Jerman. Bandingkan di Austria 37% dan Swiss 34%.

Studi yang diluncurkan Religion Monitor (2017) mengungkap 87% Muslim Swiss memenuhi waktu luang mereka dengan menjalin relasi secara tertata dengan penduduk non-Muslim. Di Jerman dan Perancis hasilnya 78%, sedangkan di Inggris 68% dan Austria 62%. Sebagian besar Muslim dari generasi terkini secara konstan menjalin kontak dengan penduduk non-Muslim, terlepas dari sekian banyak rintangan yang hadir di masyarakat.

96% Muslim Jerman merasa terkoneksi dengan negara yang mereka tinggali. Persentase setinggi ini juga dialami warga Muslim di Perancis, tetapi persentase tertinggi dipunyai Swiss dengan pendapatan 98%. Terlepas dari sejarahnya yang semenjak lama dikenal mempunyai institusi yang tersingkap terhadap keragaman kebiasaan dan agama, melulu sedikit Muslim (89%) yang menyatakan mempunyai hubungan dekat dengan Inggris.

Muslim dari family imigran mempunyai komitmen religius yang tinggi, yang terus dijaga lintas generasi. 64% Muslim yang bermukim di Inggris menyinggung diri mereka “sangat religius”. Perbandingan Muslim yang saleh salah satu negara di Eropa yaitu Austria 42%, Jerman 39%, Perancis 33% dan Swiss 26%.

36% Muslim kelahiran Jerman meninggalkan bangku sekolah pada usia 17 tahun, tanpa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Di Austria proporsinya menjangkau 39%. Di Perancis, dengan sistem edukasi yang lebih setara, penduduk Muslim mempunyai hasil edukasi yang lebih baik. Hanya satu dari sepuluh murid Muslim yang meninggalkan sekolah sebelum menjangkau usia 17 tahun.

60% Muslim yang pindah ke Jerman sebelum tahun 2010 mempunyai jam kerja penuh-waktu, sementara melulu 20% yang mempunyai kerja paruh-waktu. Persentase ini sama untuk non-Muslim. Warga Muslim Jerman mempunyai peluang kerja yang lebih tinggi dikomparasikan negara lainnya di Eropa. Angka pengangguran di Perancis salah satu warga Muslim menjangkau 14%, lebih tinggi 8% dikomparasikan dengan penduduk non-Muslim.

Satu dari empat non-Muslim di Austria menyatakan tidak inginkan tinggal berdampingan dengan Muslim. Persentase di Inggris juga lumayan tinggi, menjangkau 21%. Di Jerman, 19% narasumber non-Muslim menyinggung mereka tidak menerima Muslim sebagai tetangga. Angkanya tak jauh bertolak belakang di Swiss 17% dan Perancis 14%. Di antara kelompok minoritas lainnya, Muslim ialah kelompok sosial yang paling tidak sedikit ditolak.

Seluruh informasi berhubungan bagaimana integrasi Muslim di Eropa diluncurkan oleh Yayasan Bertelsmann dengan judul penelitian ‘‘Muslims in Europe – Integrated but not accepted?’ Kesimpulan didapatkan menurut survei yang dilaksanakan terhadap lebih dari 10.000 orang di Jerman, Austria, Swiss, Perancis dan Inggris. Pengungsi Muslim yang mendarat di Eropa sebelum tahun 2010 tidak tergolong dalam kumpulan responden.

15+ Ide Contoh Piagam Ucapan Selamat The Primary Reader Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
15+ Ide Contoh Piagam Ucapan Selamat The Primary Reader Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih – contoh piagam ucapan terimakasih
| Encouraged to help my blog, in this occasion I will show you about keyword. And today, this is actually the primary picture:

Kumpulan Piagam Penghargaan Guru Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Kumpulan Piagam Penghargaan Guru Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Why not consider picture earlier mentioned? is usually in which incredible???. if you think consequently, I’l d show you a few graphic all over again beneath:

So, if you would like have all of these incredible pics regarding (15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih), just click save link to download these images for your laptop. They’re ready for transfer, if you love and want to grab it, click save symbol in the page, and it will be immediately saved to your laptop.} As a final point if you would like grab new and the recent graphic related to (15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih), please follow us on google plus or book mark this website, we try our best to offer you regular up-date with fresh and new pictures. We do hope you love keeping here. For many updates and latest news about (15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih) photos, please kindly follow us on tweets, path, Instagram and google plus, or you mark this page on book mark area, We attempt to give you up grade periodically with all new and fresh graphics, like your surfing, and find the perfect for you.

Thanks for visiting our site, contentabove (15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih) published .  Today we’re pleased to declare that we have discovered an awfullyinteresting nicheto be reviewed, that is (15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih) Some people attempting to find information about(15+ Contoh Piagam Ucapan Terimakasih) and of course one of them is you, is not it?

Spanduk-spanduk raksasa bergambar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dan figur GNPF-MUI perlahan mulai berkurang di sudut-sudut jalan Jakarta. Pada mula kemunculannya di tahun 2016, spanduk tersebut memuat pesan agitatif, yakni anjuran kepada segenap umat Islam, antara lain guna memenjarakan penista agama. Belakangan ketika permasalahan telah bergulir, kesuksesan mengorganisasi massa lantas dijadikan peluang untuk menyokong gerakan bela Islam dan bela ulama, sampai menolak  kriminalisasi ulama.

Wartawan Independennews Terima Piagam Penghargaan Polres Lingga Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Wartawan Independennews Terima Piagam Penghargaan Polres Lingga Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Dalam perkembangannya, spanduk serupa tersebut bahkan tidak melulu menyesaki Jakarta sebagai sumber asal isu gerakan, tetapi spektrumnya sampai pun di jalanan protokol kota besar semua Jawa. Setidaknya, saya menyaksikan sendiri gejala semacam ini di Semarang, Yogyakarta, Klaten, dan Solo. Spanduk dan baliho memuat wajah ikonik, wajah Rizieq Shihab adalah yang tidak jarang kali muncul. Serangkaian aksi dan propaganda lewat spanduk, selebaran sampai broadcast pesan instan itu, dinyatakan atau tidak diakui, ternyata punya sumbangan untuk tercabiknya jalinan kebangsaan.

Penulis: Kalis Mardiasih

Baca: Tanggapan Pers Internasional Tentang Pilkada Jakarta

Berawal dari Potongan Video Kampanye

Kutipan video yang berjudul “Penistaan Terhadap Agama?” yang diunggah oleh Buni Yani di laman facebook pada 6 Oktober 2016 mencatatkan suatu fenomena. Video tersebut menayangkan trafik mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke pulau Pramuka pada 27 September 2016, yang pidatonya kemudian menuai kontroversi sebab menerbitkan pernyataan yang dirasakan menistakan agama oleh sejumlah kelompok Islamis.

Tercatat, aksi bela Islam jilid kesatu pada 14 Oktober 2016, aksi bela Islam jilid kedua pada 4 November 2016 dan aksi bela Islam jilid ketiga pada 2 Desember 2016. Pada akhirnya, baik Ahok maupun Buni Yani sama-sama dinilai bersalah di hadapan hukum. Pada 9 Mei 2017, Ahok divonis dua tahun penjara dan langsung disangga di perumahan Cipinang. Sedangkan Buni Yani, divonis 1,5 tahun penjara pada 14 November 2017 atas tuduhan pelanggaran UU ITE sebab terbukti mencukur video pidato Ahok. Fakta yang sebenarnya sedikit konyol, karena bukankan seharusnya kebenaran maupun durjana itu mempunyai sifat tunggal saja? Jika dua-duanya sama-sama dihukum, siapa sebenarnya yang benar-benar bersalah pun berubah menjadi bias.

Adalah Yusuf al-Nabhani yang menegakkan Hizb Tahrir di Yerusalem tahun 1953 sebagai reaksi atas perang Arab-Israel 1948. Tiga tahun lantas tokoh Islam Palestina tersebut mendeklarasikan Hizb Tahrir sebagai partai politik di Yordania. Namun pemerintah Amman lantas melarang organisasi baru tersebut. Al Nabhani lantas mengungsikan diri ke Beirut.

Dalam bukunya Al Nabhani mengritik kekuatan sekular gagal mengayomi nasionalisme Palestina. Ia khususnya mengecam penguasa Arab yang berusaha demi kepentingan sendiri dan sebab tersebut mengimpikan kekhalifahan yang membulatkan semua umat Muslim di dunia dan menurut prinsip Islam, bukan materialisme.

Tidak heran andai Hizb Tahrir sejak mula bermasalah dengan Demokrasi. Pasalnya prinsip kedaulatan di tangan rakyat dinilai mewujudkan pemerintahan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan cocok hukum Allah. Berdasarkan keterangan dari pasal 22 konstitusi Khilafah yang dipublikasikan Hizb Tahrir, kedaulatan bukan kepunyaan rakyat, tetapi milik Syriah (Hukum Allah).

Hizb Tahrir Indonesia pernah mendesak TNI untuk mengerjakan kudeta. “Wahai tentara, wahai polisi, wahai jenderal-jenderal tentara Islam, ini telah waktunya membela Islam, ambil dominasi itu, dan serahkan untuk Hizbut Tahrir untuk menegakkan khilafah!” tegas Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib di hadapan simpatisan HTI pada 2014 silam.

Buat HT, asas kemerdekaan sipil laksana yang terdapat dalam prinsip Hak Azasi Manusia adalah produk “ideologi Kapitalisme” yang berangkat dari prinsip “setiap insan mewarisi sifat baik, walau pada dasarnya manusia melulu menjadi baik andai ia menaati perintah Allah.”

Kekhalifahan menurut keterangan dari HT berisi sebanyak prinsip demokrasi, antara beda asas praduga tak bersalah, larangan penganiayaan dan anti diskriminasi. Namun masyarakat diharamkan memberontak sebab “Syariah Islam mengharuskan ketaatan pada pemegang otoritas atas umat Muslim, betapapun ketidakadilan atau pelanggaran terhadap hak sipil yang ia lakukan,” menurut keterangan dari The Ummah’s Charter.

Pluralisme dalam kacamata Hizb Tahrir paling berbahaya, lantaran “merusak Aqidah islam,” kata bekas Jurubicara HTI Muhammad Ismail Yusanto, 2010 silam. Perempuan pun dilarang menduduki dominasi tertinggi laksana gubernur atau hakim, meski diperbolehkan berbisnis atau meniti karir. “Pemisahan jender ialah fundamental”, tulis HT dalam pasal 109 konstitusi Khilafah. (Ed: rzn/ap)

Menakar Napas Gerakan “Bela Islam”

Lepas dari kontroversi soal pro dan kontra, saya tertarik meneliti perangkat yang menjadi penguat aksi dan seberapa panjang napas gerakan massa “Bela Islam” ini.

Semua format kegiatan berekspresi dan mengaku aspirasi dibentengi oleh konstitusi, demikian pun dengan aksi “Bela Islam” yang familiar dengan kode tanggal itu. Aksi tersebut bahkan pernah dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi dan Kapolri Tito Karnavian. Tetapi, gerakan massa, apapun basis ideologinya, selalu membutuhkan momentum, contohnya mulai dari momentum eskalasi harga bahan pokok sampai kemerosotan ekonomi mutakhir laksana yang terjadi pada demonstrasi 1998. Variabel unik dari gerakan massa bela islam ialah kenyataan bahwa ia mengejar momentum dari suatu video pendek yang memuat isu keagamaan yang lumayan sensitif. Sejarah mencatat, aksi yang biasanya sukses mengerahkan massa besar ialah aksi yang peka terhadap agama, contohnya pernah terjadi pada aksi Undang-Undang Perkawinan pada 1973 dan aksi anti- SDSB pada 1993.

Setelah suatu isu sebagai pemicu, pengorganisasian aksi massa membutuhkan desas-desus, media massa, dan opinion leader. Pada aksi bela islam, tiga urusan ini terkontrol di media sosial melewati fanpage tokoh-tokoh FPI dan GNPF-MUI, akun-akun personal dengan follower signifikan, juga sejumlah komunitas anak muda kreatif yang punya pengaruh. Sebagaimana konsep viralitas suatu konten di dunia maya, semakin konten itu dibicarakan, baik oleh semua pendukung atau penentang, engagement akan kian tinggi sampai-sampai sebaran informasi semakin luas.

Piagam Ucapan Terima Kasih With 15x15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Piagam Ucapan Terima Kasih With 15×15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Sejak 2014 Rizieq Shihab menjadi pelarian terakhir bikin calon pejabat tinggi yang kelemahan suara bikin memenangkan pemilu. Saat tersebut Front Pembela Islam (FPI) didekati duet Prabowo dan Hatta melulu sebulan menjelang pemilihan umum kepresidenan. Kini juga Rizieq kembali dibujuk dua pasangan calon gubernur DKI yang perlu dukungan bikin menggusur Basuki Tjahaja Purnama.

Rekam jejak politik FPI sudah bermula sejak era Megawati. Dulu Rizieq menggalang kampanye anti pemimpin perempuan. Saat tersebut organisasi bentukannya mulai mendulang sokongan lewat aksi-aksi nekat laksana menggerudug tempat hiburan malam. Namun di tengah popularitasnya yang meluap, Rizieq dijebloskan ke penjara sebab menghina Sukarno dan Pancasila.

Sebulan menjelang pemilihan presiden kesatu 2009, FPI mendeklarasikan sokongan buat Jusuf Kalla dan Wiranto. Serupa 2014, saat tersebut pun pernyataan dukungan oleh Rizieq gagal menyebabkan jumlah suara yang diharapkan. Pengamat sepakat, ormas agama serupa FPI belum mempunyai daya pikat guna menyihir pemilih muslim.

Namun roda nasib berbalik arah bikin Rizieq. Sejak 2013, dia sudah menggalang kampanye membangkang Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama lantaran tidak beragama Islam. Puncaknya pada 14 Oktober 2014 FPI menggalang aksi demonstrasi sejuta umat. Namun yang datang hanya ribuan orang. Pilkada DKI Jakarta 2016 kesudahannya menawarkan panggung bikin FPI guna kembali menanamkan pengaruh.

Pidato Ahok yang mengritik politisasi Al-Quran guna pemilihan umum dan pilkada menjadi umpan bikin FPI. Bersama GNPF-MUI, Rizieq menyeret Ahok ke pengadilan dengan tuduhan penistaan agama. Ia pun melangsungkan aksi protes melawan Ahok yang kali ini mengundang ratusan ribu umat Muslim dari semua Indoensia. Manuver itu coba dimanfaatkan pasangan calon lain guna menggembosi sokongan terhadap Ahok

Rizieq lagi-lagi naik daun. Ia juga didekati Agus Yudhoyono dan Anies Baswedan yang memerlukan suara ekstra buat memenangkan pilkada. Bagi kesatukalinya FPI berkesempatan memenangkan di antara calon guna merebut kursi strategis. Tapi serupa 2003, kali ini juga sepak terjang Rizieq di arena politik menyebabkan lawan yang tak kalah garang.

Saat posisinya melambung, Rizieq Shihab dalam bahaya kembali diseret ke penjara dengan sekian banyak dakwaan, antara beda penghinaan simbol negara dan pornografi. Tapi sang Habib tidak bermukim diam dan memilih melancarkan serangan balik untuk Ahok, seakan nasibnya ditentukan pada hasil Pilkada DKI. Pertaruhan Rizieq menyimpan risiko tinggi. Namun andai berhasil, maka kuasa ialah imbalannya.

Pertanyaan berikutnya ialah apakah tujuan dari aksi massa bela Islam sesungguhnya? Jawaban pertanyaan itu menjawab kenapa ternyata hari ini terbukti tidak terdapat napas yang lumayan panjang guna gerakan ini secara definitif. Pemimpin gerakan, utamanya Rizieq Shihab mengelak dari tanggung jawab dengan pergi ke Arab Saudi, meninggalkan serangkaian dakwaan hukum yang belum sempat diperiksa. Di media sosial, semua simpatisan aksi yang menyinggung diri “alumni” sempat menggelarkan aksi peringatan satu tahun Gerakan 411, tetapi jamaah muncul tak dapat disebut banyak, press release media melulu menjelaskan kegiatan ceramah, tanpa terdapat poin-poin eksklusif yang urgen untuk dirundingkan bersangkutan Islam politik laksana yang tampaknya mereka cita-citakan di mula momentum.

Hal ini menegaskan, bahwa selain mengenai momentum dan desas-desus, suatu rentang aksi massa pun tergantung dari luasnya jalinan solidaritas sekian banyak golongan dan etnis yang berbagi nasib dalam suatu tragedi. Berangkat dari trigger isu pemotongan video pidato yang diadakan oleh tipikal komunitas yang ekslusif tentu bertolak belakang dengan isu-isu yang merangkum agama, sosial, sekaligus politik laksana kemiskinan, genosida, dan penindasan hak asasi komunitas tertentu yang lebih mempunyai sifat universal dan plural.

Pasca alami kekalahan dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat menerima ribuan karangan bunga yang dialamatkan ke Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Tadinya karangan-karangan bunga kiriman dari sekian banyak orang dan kumpulan masyarakat tersebut dipajang di halaman Balaikota. Namun sebab jumlahnya terus bertambah, kesudahannya meluber pun ke jalanan.

Rata-rata isi pesan dalam karanagn bunga tersebut berupa perkataan penyemangat untuk pesangan Ahok-Dajrot yang kalah alam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selain tersebut juga perkataan terima kasih atas evolusi yang penduduk alami di ibukota.

Bukan hanya dari individu, kumpulan masyarakat pun ikut mengirim bunga. partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dikenal gigih memperjuangkan Ahok-Djarot dalam Pilkada mengirim karangan bunga super besar. Kata-katanya: “Satu kekalahan, seribu bunga merekah.”

Pernah menyaksikan karangan bunga sejumlah ini yang ditujukan untuk seorang pemimpin? Pajangan karangan-karangan bunga di dekat Balaikota DKI Jakarta kesudahannya jadi ajang selfie maupun potret bersama.

Ahok menyatakan bingung hendak membalas karangan bunga dengan perkataan rasa terima kasih, namun bagaimana metodenya jika sejumlah itu? Lewat akun facebooknya, staf Ahok mendokumentasikan karangan-karangan bunga tersbeut.

Anggun, artis Indonesia yang tinggal di Perancis enggan ketinggalan mengungkapkan perasaannya. lewat twitter ia mencatat rasa terharunya menyaksikan bunga-bunga guna Ahok.

Tak jarang, pesan dalam plakat bunga ini pun bernada lucu. Misalnya laksana kiriman dari penduduk yang menyatakan galau sesudah ditinggal Ahok-Djarot nantinya. (Ed: aap/rzn)

Cara Membuat Sertifikat Ucapan Terima Kasih Dengan Photoshop YouTube Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Cara Membuat Sertifikat Ucapan Terima Kasih Dengan Photoshop YouTube Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Baca:

 Balada Hakim dan Martin

Lebih Baik “Diahokkan” Daripada “Dianieskan”

Gerakan Islam di Masa Lalu

Dalam wawancara dengan Ahmad Syafi’i Maarif yang dimuat Jurnal Prisma (1984) dengan judul Umat Islam, Seribu Tahun Berhenti Berpikir, Buya Maarif menyatakan bahwa Negara “Syariah” telah tidak ada semenjak meninggalnya khalifah Ali Bin Abi Thalib. Beberapa negara yang tidak jarang disebut Negara Islam, sebetulnya malah menjalankan sistem kerajaan, sistem dinasti. Umat Islam tidak boleh terpedaya sejarah karena yang diharapkan oleh Al Qur’an ialah terciptanya masyarakat yang egaliter dengan menjalankan mekanisme syuro (mutual consultation) yang dalam bahasa canggih setara dengan demokrasi.

Tetapi, Khomeini dalam Wilaya-i Faqih yang mengupas teori politik Islam, sama sekali tidak menyebut hal ini. Kehidupan kenegaraan dan keagamaan di Iran sempat paling elitis, dengan dominasi para mullah dalam kehidupan politik yang dapat dikatakan tirani berbaju Islam. Hari ini, Arab Saudi dan negara-negara teluk  seluruhnya malah tidak dapat memadamkan dendam berbasis pengunggulan kumpulan dan geopolitik, kemudian lebih memilih menyalakan perang yang pastinya jauh dari nilai-nilai Islami.

Indonesia, malah adalah negara muslim terbesar di dunia yang sangat sukses dengan demokrasi. Kekecewaan pada mula kemerdekaan karena dihapuskannya ucapan-ucapan “dengan keharusan menjalankan syariat-syariat Islam untuk para pemeluknya” dalam piagam Jakarta sukses diatasi, asalkan Pancasila benar-benar dijalankan dengan asas keadilan. Seperti kata Gus Dur, “Peace without justice is an illusion.”

Menyusul vonis penjara dua tahun bikin Basuki Tjahaja Purnama dalam permasalahan penodaan agama, ribuan penduduk berkumpul di sebanyak kota di Indonesia sembari mengobarkan lilin. Mereka antara beda berdemonstrasi di Tugu Proklamasi, Jakarta, dan Tugu Yogyakarta.

“Kita seluruh di sini barangkali sedih dan terpuruk, saya yakin Pak Ahok perlu support dan sokongan teman-teman semua,” kata koordinator Solidaritas Rakyat Jakarta guna Keadilan, Nong Darol, seperti dikutip Detik.

Aksi bakar seribu lilin juga dilaksanakan masyarakat Minahasa Utara. Selain tersebut ribuan lain mengerjakan aksi serupa di Manado. Sementara di Papua, seratusan warga diadukan berkerumun di Taman Imbi yang terletak di jantung Kota Jayapura guna memrotes hukuman penjara atas Ahok. “Ini aksi spontanitas penduduk yang cinta damai, anti radikalisme, dan kekerasan,” kata seorang warga untuk Liputan6.

Sastrawan senior, Goenawan Mohamad, yang mengekor aksi massa di Tugu Proklamasi, mencatat lewat Twitter, “ketika asa hilang, di hari tersebut juga asa dibangun kembali.” Selain figur lintas agama, Nana Riwayatie yang adalah kakak angkat Ahok turut hadir. Ia mengucapkan apresiasi atas sokongan masyarakat.

Kepada Detik, Charol Vernando, salah seorang simpatisan Ahok menuliskan Tugu Proklamasi dipilih “karena menyimbolkan proklamasi di Indonesia, menyimbolkan persatuan dan kesatuan Indonesia.”

Sebelumnya warga pun berkumpul di depan markas Brigade Mobil di Depok sesudah Ahok dialihkan dari Cipinang. Aksi serupa dilangsungkan di Balai Kota saat ribuan penduduk berkumpul sembari mendendangkan lagu nasional di bawah petunjuk Addie MS.

Aksi solidaritas guna Basuki Tjahaja Purnama pun akan dilangsungkan di sebanyak kota besar di luar negeri, antara beda di Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Jerman. Berdasarkan keterangan dari undangan yang disebarkan di Perth, Australia, aksi tersebut dilaksanakan untuk menyatakan sokongan kepada Pancasila dan kebhinekaan di Indonesia. (ed:rzn/ap)

Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah ialah dua organisasi Islam besar yang menjaga Pancasila. KH Achmad Siddiq, mantan penasehat PB Syuriah NU, pernah menuliskan bahwa dalam Munas NU Situbondo tahun 1983, sikap NU yang menerima Pancasila sebagai azas tunggal bukanlah sikap politis semata, namun malah sikap kultural guna menerima seluruh kalangan subkultur muslim Indonesia dalam wadah NU supaya tidak menjadi eksklusif.

AR Fachruddin, semenjak 1984 dalam tulisan Jauhkan Dakwah dari Politik pun menyatakan bahwa teknik hidup yang Islami tidak berlawanan dengan Pancasila. Berdasarkan keterangan dari AR Fachruddin, pimpinan nasional sudah berkali-kali mengaku bahwa Pancasila bukan agama, dan tidak bakal dijadikan agama. NU dan Muhammadiyah ialah dua panglima yang menyusun kehidupan berbangsa Islami secara kultural.

Baca:

15+ Contoh Surat Ucapan Terima Kasih Untuk Berbagai Keperluan Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
15+ Contoh Surat Ucapan Terima Kasih Untuk Berbagai Keperluan Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Demonstrasi #505 Berakhir

Akhir Bahagia Politik Identitas

Pemerintahan Soeharto memang sempat menguji umat Islam dan demokrasisecara keseluruhan. Mulai dari Komando Jihad, permasalahan Tanjung Priok, penculikan aktivis 1998, DOM Aceh, permasalahan Papua dan Timor-Timur. Imbasnya, organisasi sebesar NU juga bukannya tidak tercerai berai, bahkan terdapat istilah NU Wahid Hasyim, NU Gus Dur dan lain-lain. Namun secara organisasi, visi kebangsaan dua organisasi ini tetap kokoh sampai kini.

Sedangkan secara struktural, semenjak lengsernya Soeharto pada 1998, umat Islam tersebar dalam sekian banyak partai, baik partai Islam maupun yang tidak membawa embel-embel Islami. Eksistensi mereka ini menandai keberadaan sekian banyak subkultur yang mengupayakan menegaskan diri dalam sekian banyak kegiatan politik dengan memenuhi peluang yang tiba-tiba tersingkap untuk mewujudkan masyarakat demokratis.

Contoh perjuangan gerakan laksana NU, Muhammadiyah pun sosok-sosok bersih dalam partai ialah cerminan perjuangan lebih dapat bernafas panjang saat mempunyai visi kokoh semenjak kelahirannya dan tidak mempunyai sifat sporadis.

Penulis: Kalis Mardiasih (ap/vlz)

Penulis opini lepas dan penerjemah. Bergiat sebagai penelitian dan kesebelasan media Jaringan nasional Gusdurian Indonesia.

Setiap artikel yang dimuat dalam #DWnesia menjadi tanggung jawab penulis.

3/4 penduduk Muslim kelahiran Jerman menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa ibunya. Di antara semua imigran, melulu 1/5 yang menyatakan bahasa Jerman sebagai bahasa kesatu. Semakin lama sebuah generasi di sebuah negara, maka semakin baik keterampilan bahasanya. Tren ini tampak di semua Eropa. Di Jerman, 46% Muslim menyatakan bahasa nasional mereka ialah bahasa Jerman. Bandingkan di Austria 37% dan Swiss 34%.

Studi yang diluncurkan Religion Monitor (2017) mengungkap 87% Muslim Swiss memenuhi waktu luang mereka dengan menjalin relasi secara tertata dengan penduduk non-Muslim. Di Jerman dan Perancis hasilnya 78%, sedangkan di Inggris 68% dan Austria 62%. Sebagian besar Muslim dari generasi terkini secara konstan menjalin kontak dengan penduduk non-Muslim, terlepas dari sekian banyak rintangan yang hadir di masyarakat.

96% Muslim Jerman merasa terkoneksi dengan negara yang mereka tinggali. Persentase setinggi ini juga dialami warga Muslim di Perancis, tetapi persentase tertinggi dipunyai Swiss dengan pendapatan 98%. Terlepas dari sejarahnya yang semenjak lama dikenal mempunyai institusi yang tersingkap terhadap keragaman kebiasaan dan agama, melulu sedikit Muslim (89%) yang menyatakan mempunyai hubungan dekat dengan Inggris.

Muslim dari family imigran mempunyai komitmen religius yang tinggi, yang terus dijaga lintas generasi. 64% Muslim yang bermukim di Inggris menyinggung diri mereka “sangat religius”. Perbandingan Muslim yang saleh salah satu negara di Eropa yaitu Austria 42%, Jerman 39%, Perancis 33% dan Swiss 26%.

36% Muslim kelahiran Jerman meninggalkan bangku sekolah pada usia 17 tahun, tanpa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Di Austria proporsinya menjangkau 39%. Di Perancis, dengan sistem edukasi yang lebih setara, penduduk Muslim mempunyai hasil edukasi yang lebih baik. Hanya satu dari sepuluh murid Muslim yang meninggalkan sekolah sebelum menjangkau usia 17 tahun.

60% Muslim yang pindah ke Jerman sebelum tahun 2010 mempunyai jam kerja penuh-waktu, sementara melulu 20% yang mempunyai kerja paruh-waktu. Persentase ini sama untuk non-Muslim. Warga Muslim Jerman mempunyai peluang kerja yang lebih tinggi dikomparasikan negara lainnya di Eropa. Angka pengangguran di Perancis salah satu warga Muslim menjangkau 14%, lebih tinggi 8% dikomparasikan dengan penduduk non-Muslim.

Satu dari empat non-Muslim di Austria menyatakan tidak inginkan tinggal berdampingan dengan Muslim. Persentase di Inggris juga lumayan tinggi, menjangkau 21%. Di Jerman, 19% narasumber non-Muslim menyinggung mereka tidak menerima Muslim sebagai tetangga. Angkanya tak jauh bertolak belakang di Swiss 17% dan Perancis 14%. Di antara kelompok minoritas lainnya, Muslim ialah kelompok sosial yang paling tidak sedikit ditolak.

Seluruh informasi berhubungan bagaimana integrasi Muslim di Eropa diluncurkan oleh Yayasan Bertelsmann dengan judul penelitian ‘‘Muslims in Europe – Integrated but not accepted?’ Kesimpulan didapatkan menurut survei yang dilaksanakan terhadap lebih dari 10.000 orang di Jerman, Austria, Swiss, Perancis dan Inggris. Pengungsi Muslim yang mendarat di Eropa sebelum tahun 2010 tidak tergolong dalam kumpulan responden.

 

Piagam Ucapan Terima Kasih With 15x15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Piagam Ucapan Terima Kasih With 15×15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih
15 15 15 Cetak PIAGAM / UCAPAN TERIMA KASIH Untuk BUPATI Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
15 15 15 Cetak PIAGAM / UCAPAN TERIMA KASIH Untuk BUPATI Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih
Ucapan Terima Kasih Atas Penghargaan Bagikan Contoh Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Ucapan Terima Kasih Atas Penghargaan Bagikan Contoh Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih
Piagam Ucapan Terima Kasih With 15x15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Piagam Ucapan Terima Kasih With 15×15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih
Piagam Ucapan Terima Kasih With 15x15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih
Piagam Ucapan Terima Kasih With 15×15 Resolution Contoh Piagam Ucapan Terimakasih | contoh piagam ucapan terimakasih

Add a Comment

Your email address will not be published.

mersin escort - bettilt.biz - www.restbett.com - setrabets.club - betgarantigiris1.com -
megabahis.club
-

betmarinogiris.club

-

betlikegiris.club

- akcebet giriş - betkanyongiris.club