19+ Doa Untuk Orang Bertunangan

Dalam adat-istiadat masyarakat, sepasang manusia yang bertunangan atau telah lamaran telah dirasakan “sudah setengah jalan” dalam menjalani langkah pernikahan. Mereka berdalil dengan hadis Nabi SAW, “Tidak boleh salah seorang salah satu kamu meminang pinangan saudaranya.” (HR Bukhari Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa tak ada peluang lagi untuk laki-laki lain guna meminang perempuan yang telah dipinang. Apalagi, wali wanita sudah mengamini pinangan itu baik melewati lisan maupun kiasan. Jadi, terdapat yang menyimpulkan, sepasang calon suami istri yang telah masuk proses khitbah (bertunangan) seakan tinggal menantikan hari saja guna benar-benar “legal” 100 persen.

Apalagi, sejumlah proses dalam khitbah tersebut sendiri membolehkan nadhar (melihat) calon suami atau istri. Beberapa pendapat bahkan membolehkan untuk menyaksikan calon istri meski tanpa kerudung, tanpa sepengetahuannya ataupun tidak. Hal ini pun menjadi dalil bagi mereka yang telah bertunangan supaya bisa berinteraksi lebih dari batas yang biasanya. Termasuk pun untuk berkhalwat (berduaan). Apakah benar demikian?

Seluruh ulama bersepakat, sebelum proses zawaj (pernikahan) yang ditandai dengan akad nikah terlaksana, calon suami istri tetaplah orang asing. Imam Nawawi menegaskan, proses khitbah melulu sekadar pemberitahuan menyampaikan kemauan untuk menikahi seorang wanita.

Calon suami istri dan dua family yang akan menggelar pernikahan tak memiliki ikatan apa-apa. Keduanya memiliki khiyar (pilihan) guna terus melanjutkannya sampai ke jenjang pernikahan atau membatalkannya.

Demikian juga untuk calon suami istri yang telah menggelar proses khitbah tak memiliki hak dan tanggung jawab apa-apa. Baik dalam perspektif adat, agama, maupun undang-undang, mereka tak punya ikatan apa pun. Logikanya, dalam proses khitbah, tak terdapat mahar yang diterima calon istri.

Calon suami dapat membatalkan khitbah dan pergi begitu saja tanpa konsekuensi apa pun. Jadi, bagaimana barangkali calon istri dapat menghalalkan dirinya untuk laki-laki yang belum punya ikatan apa juga dengan dirinya?

Sementara, akad nikah dipungut dari kata ‘aqdu atau akad yang berarti ikatan. Ikatan ini dinamakan Alquran sebagai mitsaqan ghalizha (ikatan yang paling kuat) sebab mencakup hak dan keharusan suami istri, kriteria dan rukun pernikahan, batas-batas syariat soal pernikahan, sampai akibat-akibat yang bakal ditanggung andai mengabaikan ikatan tersebut. Ketika akad diucapkan barulah suami istri yang semula haram menjadi halal. Inilah perbedaannya dengan khitbah.

Adab dan tata teknik khitbah pun ditata dalam Alquran. Firman Allah SWT, “Dan tidak terdapat dosa untuk kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya sudah meninggal dan masih dalam idah tersebut dengan sindiran atau anda menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah memahami bahwa anda akan menyebut-nyebut mereka. Maka janganlah anda mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar menyampaikan (kepada mereka) ucapan yang makruf (sindiran yang baik). Dan janganlah anda berazam (bertetap hati) guna berakad nikah sebelum berakhir idahnya.” (QS al-Baqarah [2]: 235).

Secara umum, ayat ini sebagai tuntunan bagaimana adab berkomunikasi untuk orang yang bakal melamar. Bolehnya komunikasi untuk mereka yang bakal menikah melulu sebatas mengucapkan perkataan yang makruf (kebaikan). Bahkan, orang yang masih dalam masa idah tak boleh dilamar, kecuali sekedar sindiran saja.

Jadi, bagaimanapun megah dan formalnya seremonial dalam menggelar khitbah tak bakal menggeser hukum berinteraksi antara calon suami istri tersebut tidak banyak pun. Proses khitbah melulu sebatas menghalangi pria lain guna meminang.

Tak dijumpai alasan sarih (jelas) yang membolehkan orang yang telah bertunangan guna berkhalwat. Sebagaimana haram untuk mereka berkhalwat sebelum khitbah, demikian pun haramnya sesudah khitbah. Walau telah bertunangan, suami istri itu masih “orang asing” dalam pandangan syariat. Hendaklah mereka bersabar dan menyangga diri sampai memasuki proses akad nikah.

Adab Islami dalam khitbah tidak mengizinkan waktu yang lama antara khitbah dan nikah. Ketika sepasang calon suami istri telah berkhitbah, proses selanjutnya ialah menikah. Jika ada masa-masa yang lama, dikhawatirkan akan memunculkan fitnah. Bahkan, dapat berpotensi menjatuhkan calon pasutri itu pada perzinaan.

Berlama-lama dalam proses tunangan, menunda-nunda pernikahan sesudah bertunangan, serta tidak mempedulikan sepasang tunangan guna pergi berdua-duaan ialah kebatilan. Kebatilan ini tidak melulu akan merusak diri mereka dan lokasi tinggal tangga mereka kelak, namun juga untuk dua family yang akan dibulatkan dalam perkawinan.

Beberapa tradisi dan adat nusantara laksana di Jawa dan Sumatra mengetahui hal ini. Dalam tradisi tersebut, perempuan yang telah dikhitbah bakal dipingit di rumahnya sampai berlalu proses akad nikah. Calon pasutri itu dilarang berkomunikasi dalam format apa pun. Biarlah kerinduan dua-duanya lantaran mesti sabar menyangga diri sebagai pemanis di mula rumah tangga mereka. Oleh Hannan Putra  ed: Hafidz Muftisany

19+ Doa Untuk Orang Bertunangan – doa untuk orang bertunangan
| Pleasant in order to my blog site, in this time period I’m going to provide you with regarding keyword. Now, this can be the primary graphic:

BAHANA Magazine February 19 Gramedia Digital Doa Untuk Orang Bertunangan
BAHANA Magazine February 19 Gramedia Digital Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan

Why don’t you consider image previously mentioned? is usually that will wonderful???. if you’re more dedicated so, I’l d explain to you a few photograph once more down below:

So, if you want to obtain these fantastic shots related to (19+ Doa Untuk Orang Bertunangan), simply click save link to store these photos for your pc. They’re available for down load, if you appreciate and want to obtain it, just click save symbol in the article, and it will be immediately down loaded in your pc.} Finally if you like to obtain unique and the latest graphic related with (19+ Doa Untuk Orang Bertunangan), please follow us on google plus or bookmark the site, we try our best to give you regular up grade with fresh and new pictures. We do hope you love keeping right here. For some upgrades and recent news about (19+ Doa Untuk Orang Bertunangan) photos, please kindly follow us on twitter, path, Instagram and google plus, or you mark this page on bookmark section, We attempt to provide you with up-date periodically with all new and fresh photos, enjoy your searching, and find the ideal for you.

Here you are at our site, articleabove (19+ Doa Untuk Orang Bertunangan) published .  Today we are delighted to announce we have found a veryinteresting nicheto be reviewed, that is (19+ Doa Untuk Orang Bertunangan) Lots of people looking for information about(19+ Doa Untuk Orang Bertunangan) and definitely one of these is you, is not it?

Dalam adat-istiadat masyarakat, sepasang manusia yang bertunangan atau telah lamaran telah dirasakan “sudah setengah jalan” dalam menjalani langkah pernikahan. Mereka berdalil dengan hadis Nabi SAW, “Tidak boleh salah seorang salah satu kamu meminang pinangan saudaranya.” (HR Bukhari Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa tak ada peluang lagi untuk laki-laki lain guna meminang perempuan yang telah dipinang. Apalagi, wali wanita sudah mengamini pinangan itu baik melewati lisan maupun kiasan. Jadi, terdapat yang menyimpulkan, sepasang calon suami istri yang telah masuk proses khitbah (bertunangan) seakan tinggal menantikan hari saja guna benar-benar “legal” 100 persen.

Apalagi, sejumlah proses dalam khitbah tersebut sendiri membolehkan nadhar (melihat) calon suami atau istri. Beberapa pendapat bahkan membolehkan untuk menyaksikan calon istri meski tanpa kerudung, tanpa sepengetahuannya ataupun tidak. Hal ini pun menjadi dalil bagi mereka yang telah bertunangan supaya bisa berinteraksi lebih dari batas yang biasanya. Termasuk pun untuk berkhalwat (berduaan). Apakah benar demikian?

Seluruh ulama bersepakat, sebelum proses zawaj (pernikahan) yang ditandai dengan akad nikah terlaksana, calon suami istri tetaplah orang asing. Imam Nawawi menegaskan, proses khitbah melulu sekadar pemberitahuan menyampaikan kemauan untuk menikahi seorang wanita.

Calon suami istri dan dua family yang akan menggelar pernikahan tak memiliki ikatan apa-apa. Keduanya memiliki khiyar (pilihan) guna terus melanjutkannya sampai ke jenjang pernikahan atau membatalkannya.

Demikian juga untuk calon suami istri yang telah menggelar proses khitbah tak memiliki hak dan tanggung jawab apa-apa. Baik dalam perspektif adat, agama, maupun undang-undang, mereka tak punya ikatan apa pun. Logikanya, dalam proses khitbah, tak terdapat mahar yang diterima calon istri.

Calon suami dapat membatalkan khitbah dan pergi begitu saja tanpa konsekuensi apa pun. Jadi, bagaimana barangkali calon istri dapat menghalalkan dirinya untuk laki-laki yang belum punya ikatan apa juga dengan dirinya?

Sementara, akad nikah dipungut dari kata ‘aqdu atau akad yang berarti ikatan. Ikatan ini dinamakan Alquran sebagai mitsaqan ghalizha (ikatan yang paling kuat) sebab mencakup hak dan keharusan suami istri, kriteria dan rukun pernikahan, batas-batas syariat soal pernikahan, sampai akibat-akibat yang bakal ditanggung andai mengabaikan ikatan tersebut. Ketika akad diucapkan barulah suami istri yang semula haram menjadi halal. Inilah perbedaannya dengan khitbah.

Adab dan tata teknik khitbah pun ditata dalam Alquran. Firman Allah SWT, “Dan tidak terdapat dosa untuk kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya sudah meninggal dan masih dalam idah tersebut dengan sindiran atau anda menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah memahami bahwa anda akan menyebut-nyebut mereka. Maka janganlah anda mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar menyampaikan (kepada mereka) ucapan yang makruf (sindiran yang baik). Dan janganlah anda berazam (bertetap hati) guna berakad nikah sebelum berakhir idahnya.” (QS al-Baqarah [2]: 235).

Secara umum, ayat ini sebagai tuntunan bagaimana adab berkomunikasi untuk orang yang bakal melamar. Bolehnya komunikasi untuk mereka yang bakal menikah melulu sebatas mengucapkan perkataan yang makruf (kebaikan). Bahkan, orang yang masih dalam masa idah tak boleh dilamar, kecuali sekedar sindiran saja.

Jadi, bagaimanapun megah dan formalnya seremonial dalam menggelar khitbah tak bakal menggeser hukum berinteraksi antara calon suami istri tersebut tidak banyak pun. Proses khitbah melulu sebatas menghalangi pria lain guna meminang.

Tak dijumpai alasan sarih (jelas) yang membolehkan orang yang telah bertunangan guna berkhalwat. Sebagaimana haram untuk mereka berkhalwat sebelum khitbah, demikian pun haramnya sesudah khitbah. Walau telah bertunangan, suami istri itu masih “orang asing” dalam pandangan syariat. Hendaklah mereka bersabar dan menyangga diri sampai memasuki proses akad nikah.

Adab Islami dalam khitbah tidak mengizinkan waktu yang lama antara khitbah dan nikah. Ketika sepasang calon suami istri telah berkhitbah, proses selanjutnya ialah menikah. Jika ada masa-masa yang lama, dikhawatirkan akan memunculkan fitnah. Bahkan, dapat berpotensi menjatuhkan calon pasutri itu pada perzinaan.

Berlama-lama dalam proses tunangan, menunda-nunda pernikahan sesudah bertunangan, serta tidak mempedulikan sepasang tunangan guna pergi berdua-duaan ialah kebatilan. Kebatilan ini tidak melulu akan merusak diri mereka dan lokasi tinggal tangga mereka kelak, namun juga untuk dua family yang akan dibulatkan dalam perkawinan.

Beberapa tradisi dan adat nusantara laksana di Jawa dan Sumatra mengetahui hal ini. Dalam tradisi tersebut, perempuan yang telah dikhitbah bakal dipingit di rumahnya sampai berlalu proses akad nikah. Calon pasutri itu dilarang berkomunikasi dalam format apa pun. Biarlah kerinduan dua-duanya lantaran mesti sabar menyangga diri sebagai pemanis di mula rumah tangga mereka. Oleh Hannan Putra  ed: Hafidz Muftisany

Pin Oleh J Di Kutipan Pernikahan Di 19 Kutipan Agama, Kutipan Doa Untuk Orang Bertunangan
Pin Oleh J Di Kutipan Pernikahan Di 19 Kutipan Agama, Kutipan Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Doa Untuk Undangan Pernikahan Kristen Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Untuk Undangan Pernikahan Kristen Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Ibadat Sabda Pertunangan Doa Untuk Orang Bertunangan
Ibadat Sabda Pertunangan Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Yesus Akan Lahir Dari Maria, Yang Bertunangan Doa Untuk Orang Bertunangan
Yesus Akan Lahir Dari Maria, Yang Bertunangan Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
REC Singapore – Reformed Evangelical Church Singapore Doa Untuk Orang Bertunangan
REC Singapore – Reformed Evangelical Church Singapore Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Doa Pertunangan Dalam Islam Gambar Islami Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Pertunangan Dalam Islam Gambar Islami Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
√ 19+ Doa Pernikahan [Arab, Latin, Dan Terjemahannya] Doa Untuk Orang Bertunangan
√ 19+ Doa Pernikahan [Arab, Latin, Dan Terjemahannya] Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Subhanallah! √ Inilah Doa Untuk Meluluhkan Hati Orang Yang Sedang Doa Untuk Orang Bertunangan
Subhanallah! √ Inilah Doa Untuk Meluluhkan Hati Orang Yang Sedang Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Mendoakan Pengantin Dengan Kalimat "Samawa" Muslimah.Or
Mendoakan Pengantin Dengan Kalimat “Samawa” Muslimah.Or | doa untuk orang bertunangan
Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga Serta Doa Bagi Doa Untuk Orang Bertunangan
Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga Serta Doa Bagi Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Doa Katolik Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Katolik Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
DiAmOnd’s | doa untuk orang bertunangan
Doa Tunangan With 19x19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Tunangan With 19×19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Doa Tunangan With 19x19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Tunangan With 19×19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Doa Setelah Tunangan Islam Nusagates Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Setelah Tunangan Islam Nusagates Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
INI DOA KHAS UNTUK PASANGAN YANG SEDANG BERTUNANG Miezipro Doa Untuk Orang Bertunangan
INI DOA KHAS UNTUK PASANGAN YANG SEDANG BERTUNANG Miezipro Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Doa Tunangan With 19x19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Tunangan With 19×19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan
Doa Tunangan With 19x19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan
Doa Tunangan With 19×19 Resolution Doa Untuk Orang Bertunangan | doa untuk orang bertunangan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mersin escort