0+ selamat ulang tahun organisasi

Sumber gambar, EPA

Dekorasi Natal di katedral Jakarta.

Ucapan selamat Natal oleh umat Islam untuk umat Kristiani berubah menjadi kontroversi, sesuatu yang dibolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia tetapi “sengaja” diciptakan kontroversial oleh kumpulan tertentu supaya situasi memanas, kata pejabat MUI.

Setiap akhir tahun, boleh tidaknya Muslim menyampaikan selamat Natal ini mengemuka sebab “perbedaan persepsi”, kata Arwani Faishal, anggota komisi Fatwa MUI, yang menambahkan bahwa perkataan ini belum difatwakan.

Arwani menuliskan “Pihak yang mengaku haram menyampaikan Selamat Natal, tidak melulu orang-orang yang diidentifikasi sebagai kumpulan radikal,” dan bahwa silang pendapat ini sengaja diangkat.

Para pejalar Muslim mendendangkan lagu-lagu Natal di gereja di Beirut, Lebanon

“Munculnya orang-orang radikal yang mengaku pokoknya tak boleh-tak boleh, lebih tidak sedikit provokasi dari kumpulan mereka…jadi sengaja dikontroversialkan oleh pihak tertentu agar memanas, dapat jadi agar hubungan antar agama tak baguslah, dapat jadi,” kata Arwani untuk wartawan BBC Indonesia Endang Nurdin.

“Ucapan Natal bukan doa, bila orang Islam mendoakan semoga damai kan bagus, mendoakan agama beda semoga mendapat hidayah, kan bagus, tidak dilarang,” tambahnya.

Sumber gambar, EPA

Pengamanan di luar katedral di Jakarta.

Sebelumnya ketua MUI, Ma’ruf Amin mengatakan untuk media perkataan Natal “silahkan saja” dan ia pun meminta supaya “menghormati Natal dan Tahun Baru, untuk seluruh, khususnya saudara-saudara anda dari agama Kristen.”

Sementara tersebut Menteri Agama Lukman Saifuddin mengungkap dua persepsi berhubungan ucapan selamat Natal ini dan menginginkan kedua belah pihak yang bertolak belakang bisa saling memahami.

“Jadi yang dilarang itu ialah melakukan ritual keagamaannya, peribadatannya. Tapi bila ucapan ‘Selamat Natal’ tersebut terjadi keragaman dan dengan adanya keragaman ini mudah-mudahan kita dapat saling memahami,” kata Lukman laksana dikutip sebanyak media.

Sumber gambar, EPA

Pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru di Jakarta.

Kontroversi boleh tidaknya menyampaikan selamat Natal pun terjadi di negara-negara lain tergolong Timur Tengah dan Malaysia.

Akhir tahun lalu, Mufti Zulkifli Mohamad Al- Bakri, ulama yang ditunjuk pemerintah Malaysia untuk area Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan, mencatat dalam akun Facebooknya bahwa ia menerima tidak sedikit pertanyaan menjelang Natal.

Zulkifli Mohamad mengutip fatwa tahun 2007 oleh komisi Fatwa Malaysia yang melafalkan bahwa “Mengucapkan selamat untuk non-Muslim sekitar perayaan “dibolehkan” sepanjang tidak mengagungkan keyakinan non-Muslim atau memakai simbol keagamaan.”

“Ini tak lebih dari perkataan selamat mengungkapkan kegembiraan untuk mereka yang merayakan,” kata Zulkifli ketika itu.

Sementara tersebut mantan menteri agama Quraish Shihab dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV tahun 2014 menyatakan, “Saya tahu serupa ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa tersebut boleh (mengucapkan selamat Natal). Fatwanya tersebut berada dalam satu kitab dan bukunya itu diserahkan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al-Qaradawi, yang di Suriah namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia menuliskan mengucapkan selamat Natal tersebut bagian dari basa-basi, hubungan baik.”

Melalui sosial media, kontroversi ini tampak jelas antara lain melewati cuitan Akhmad Sahal, pengurus cabang istimewa, Nahdlatul Ulama, Amerika Serikat.

“Kalo antum fobia iman goyah krn ngucapin selamat natal, ya perkuat aja dulu iman antum, perbanyak ngaji ke ulama/ kyai yg bener. Jangan melulu karena antum parno, trus mengharamkan muslim beda yg ngucapin selamat natal. Masalahnya tersebut pada antum, bukan pada selamat natal,” cuit Akhmad Sahal.

Akun Andri Rachman menulis, “Bukan parno bro.. jelas2 dlm Al Quran dilarang.. kamu pantas jadi Liberal krn parno sm agama sendiri,” tanggapan yang dijawab dengan pemakai beda @butuhnama dengan pertanyaan, “Kasih alasan yg jelas dong.. Jd penasaran nih.”

Pengguna lain, Hardi Ahmad‏ bercerita, “Kalau di Papua, biasa2 aja ngucapin yah anda masih baik, tidak masalah koq. Kenapa di Indonesia bagian beda macam jadi perdebatan tiap tahun yah?”

Anggota Komisi Fatwa Arwani Faishal menuliskan yang dilarang di dalam Islam ialah “mendoakan orang agama lain guna masuk surganya, surga yang dipercayai oleh umat Islam. Ini pun jelas dalilnya, larangan ayatnya dalam al quran tersebut jelas, dan tersebut juga rasional. Bagiamana inginkan mendoakan masuk ke surga yang anda yakini, sebenarnya mereka tak mempercayai surga yang anda yakini. Berarti doa bersangkutan…sia-sia, sebab mereka tak yakini surga yang anda yakini.”

“Ucapan selamat natal saya pandang sebagai perkataan solidaritas bukan perkataan untuk masuk surga yang anda yakini,” kata Arwani.

“Meskipun terdapat yang menuliskan haram tersebut hak mereka, yang menuliskan tak haram pun sudah lumayan jelas nalar dan dalilnya.”

“Di situs (situs) Timur Tengah yang mengharamkan terdapat yang membolehkan pun ada…Tapi penegasan boleh sekitar ucapan Natal sebagai perkataan kesetiakawanan, perkataan kerukunan,” tambahnya.

0+ selamat ulang tahun organisasi – selamat ulang tahun organisasi
| Welcome to help my blog, in this particular time I’m going to teach you about keyword. And today, here is the first graphic:

Add a Comment

Your email address will not be published.

mersin escort - bettilt.biz - www.restbett.com - setrabets.club - betgarantigiris1.com -
megabahis.club
-

betmarinogiris.club

-

betlikegiris.club

- akcebet giriş - betkanyongiris.club